HIDUP INI SINGKAT

Life Is Short; Hidup Ini Singkat; Dunia Hanya Sementara; Life Is Too Short.

Kita tahu bahwasanya dunia ini hanyalah tempat persinggahan, dan kita sebagai manusia hakikatnya adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju pertemuan dengan pencipta kita, Allah subhanahu wa ta’ala. Jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat, kehidupan kita di dunia ini sangatlah singkat. Allah Ta’ala berfirman,

 وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

 Artinya : “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

 Dalam akhir ayat di atas Allah Ta’ala menjelaskan bahwa 1 hari disisi Allah sama dengan 1000 tahun menurut perhitungan kita. Ini menjelaskan bahwa kehidupan kita didunia ini sangatlah singkat (Life Is too Short).

Ketika kita telah mengetahui bahwasanya kehidupan dunia ini singkat, maka kita harus saling mengingatkan agar jangan sampai kita teperdaya dengan kehidupan yang singkat ini. Mengapa demikian? Karena fase kehidupan berikutnya, fase alam barzakh, padang mahsyar, dan seterusnya hingga surga atau neraka, semuanya bergantung pada kehidupan kita di dunia yang sangat singkat ini.

Allah Ta’ala telah menyebutkan tentang hakikat dunia dalam banyak ayat dalam Al-Quran. Di antaranya seperti firman-Nya,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (QS. Al-Hadid: 20)

 

Demikian juga firman Allah Ta’ala,

فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

“Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah: 38)

Demikian juga firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali-‘Imran: 185)

Intinya, banyak sekali ayat-ayat yang seperti ini di dalam Al-Quran, yaitu Allah Ta’ala menyebutkan bahwasanya kehidupan di dunia ini isinya hanya berupa kenikmatan yang semu.

Maka dari keterangan diatas kita dapat mengambil kesimpulannya bahwa hidup ini singkat, sehingga kita wajib untuk memanfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya demi menggapai suatu tujuan utama dari hidup kita, yaitu mencari Ridho-Nya, dengan memperbanyak beribadah kepada Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 Wallahu a’lam bishawab.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Ada yang dapat Kami bantu ? (Klik saja)